Setelah bergembera setelah harga premium turun dari Rp.6000 manjadi Rp.5000 perliter, saya menjadi sedih kembali.
Kenapa ? langsung setelah penurunan harga Premium tersebut hampir semua SPBU di daerah Indonesia kehabisan stok. Apa iya ? padahal kata pihak pertamina tidak kekurangan stok. Jadi yang salah siapa dong ? kok bisa-bisanya kehabisan premium sehingga SPBU pada tutup ?
Akhirnya terpaksa rakyat kecil kayak saya beli pertamax, itu juga pake NGANTREEEEEE dulu…





